02.17 | Posted in

Jaringan PLCMelalui Teknologi PLC (PowerLine Communication), sinyal-singal telekomunikasi dapat ditumpangkan atau diinjeksikan ke jaringan listrik (tegangan rendah) dari jaringan data eksternal. Adapun konsepnya, dapat dianalogikan bahwa arus listrik mengalir seperti air laut yang menghasilkan gelombang dan buih. Gelombang adalah arusnya, sedangkan buih berupa noisenya. Noise inilah yang dimanfaatkan oleh Teknologi PLC untuk menghantarkan sinyal suara dan data.

Berbagai teknologi PLC telah dikembangkan dan memiliki kemampuan akses intenet yang cukup tinggi, bahkan Akses internet melalui Teknologi Digital Power Line (DPL) akan menjadi 1 Mbps, 20 kali lebih cepat dari koneksi telpon/modem standar. Karena PLC dihubungkan ke jaringan listrik tegangan rendah, kendalanya akan rentan terhadap peralatan listrik, yang dapat menimbulkan disturbansi.

Internet keberadaannya oleh sebagian masyarakat kita merupakan sarana komunikasi yang cukup mahal, sehingga penggunaan hanya dikalangan terbatas saja. Salah satu penyebabnya dapatlah kita katakan, akses internet melalui jaringan telpon yang sangat lambat, hal menimbulkan besarnya biaya yang harus kita keluarkan. Apa solusinya..? jawabanya adalah Teknologi Digital Power Line.

Listrik dibedakan dua macam, yaitu Listrik Arus DC dan Listrik Arus AC. Pada listrik DC, besaran arus atau tegangan tidak memiliki frekuensi atau berupa garis lurus/datar. Sedangkan pada listrik AC, besaran arus atau tegangan berbentuk gelombang sinusoida dengan frekuensi yang besarnya 50/60 Hz. Adapun pada prakteknya, listrik yang dibangkitkan oleh pusat-pusat pembangkit dalam bentuk 30 (baca: 3 fasa), yang urutan fasanya disimbolkan huruf R, S, T dan biasanya diikuti kawat netral (N), tergantung hubungannya berbentuk Delta atau Bintang.

Mengalirnya arus listrik dalam bentuk gelombang sinusoida ini, ternyata dapat dimanfaatkan untuk media komunikasi sinyal suara dan data yang dikenal dengan nama Powerline Communication (PLC). Bagaimana konsepnya ?, secara sederana hal ini dapat dianalogikan bahwa arus listrik mengalir seperti air laut yang menghasilkan gelombang dan buih. Gelombang adalah arusnya, sedangkan buih berupa noisenya. Noise inilah yang dimanfaatkan oleh Teknologi PLC untuk menghantarkan sinyal suara dan data.

Namun untuk menumpangkan sinyal telekomunikasi tersebut dibutuhkan frekuensi pada kisaran 1 – 30 MHz. Frekuensi ini mampu mengantarkan data hingga kecepatan 2 Mbps - 4.5 Mbps. Implikasinya, dengan teknologi PLC, aliran listrik nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk mengakses internet, namun perkembangannya dapat dimanfaatkan sebagai telepon atau pembacaan meteran, yakni dengan menginstal modem PLC yang berfungsi mentransfer sinyal suara dan data. Sehingga jika si pengguna menginginkan agar dapat berkomunikasi dengan dua jalur sekaligus (internet dan telepon) pada satu jalur kabel listrik, maka dengan dua modem teknologi PLC hal ini dapat terealisasikan.

Baca Selengkapnya......
��
02.15 | Posted in

MRTG ( Multi Router Traffic Grapher ), sesuai dengan singkatannya merupakan aplikasi yang melakukan monitoring lalu lintas jaringan, dan meng-generate hasilnya dalam format html beserta dengan presentasi visualisasi secara LIVE.

MRTG bisa berjalan pada banyak platform Linux, BSD, Windows. Dalam bahasan kali ini hanya akan di bahas pada sistem Linux, terutama menggunakan sistem operasi dengan distro rimbalinux yang bisa dilihat infonya pada http://www.rimbalinux.org

Persiapan Instalasi

Untuk dapat menjalankan MRTG di sistem operasi Rimba, dibutuhkan service snmp daemon terinstall dalam sistem. Pada penulisan ini penulis menggunakan Rimbalinux versi 1.0. dengan diasumsikan paket-paket tersebut belum terinstall maka jalankan perintah berikut:

[root@rimba root]# rpm -ivh /direktori/rpm/berada/ucd-snmp-4.2.5-1r.i386.rpm

[root@rimba root]# rpm -ivh /direktori/rpm/berada/ucd-snmp-utils-4.2.5-1r.i386.rpm [root@rimba root]# rpm -ivh /direktori/rpm/berada/mrtg-2.9.6-2r.i386.rpm

Konfigurasi Yang pertama-tama harus dikonfigurasi adalah pada bagian service snmp daemon, letak konfigurasinya pada /etc/snmp/snmpd.conf,dan tambahkan baris-baris berikut:

com2sec local localhost rahasia com2sec mynetwork ALAMAT_IP_ANDA rahasia group MyRWGroup v1 local group MyRWGroup v2c local group MyRWGroup usm local group MyROGroup v1 mynetwork group MyROGroup v2c mynetwork group MyROGroup usm mynetwork

view all included .1 80 access MyROGroup “” any noauth exact all none none access MyRWGroup “” any noauth exact all all none

syslocation Jakarta syscontact r00td

Kemudian jalankan service snmp daemon:

[root@rimba root]# /etc/init.d/snmpd start Starting snmpd: [ OK ]

[root@rimba root]# snmpwalk localhost rahasia system

Langkah terakhir adalah menyiapkan MRTG,

file konfigurasinya berada di /etc/mrtg/mrtg.cfg.

Beberapa opsi yang harus dirubah, dicontohkan sebagai berikut.

WorkDir: /var/www/html/mrtg Target[r1]: 2:rahasia@ALAMAT_IP_ANDA MaxBytes[r1]: 1250000 Title[r1]: Analisis Lalu Lintas PageTop[r1]: Statistika untuk www.sapimanis.com

Pastikan juga dalam file /etc/crontab ada entri seperti baris berikut :

0-59/5 * * * * root /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/mrtg.cfg

Setelah itu tinggal menjalankan perintah:

[root@rimba root]# mrtg /etc/mrtg/mrtg.cfg [root@rimba root]# cd /var/www/html/mrtg [root@rimba mrtg]# mv index.html index.html.old [root@rimba mrtg]# ln -s r1.html index.html

Jangan lupa jalankan service - httpd didapat dari paket apache - crontd didapat dari paket vixie cron contabs

Kemudian arahkan web server anda ke alamat http://localhost/mrtg/. Jika berhasil maka MRTG telah terinstall dengan baik pada sistem anda.

Selamat Mencoba.

Baca Selengkapnya......
��